SANTRI PUNYA BANYAK CERITA

Kenapa Aku Selalu Mengalah?


Sering kita terjebak dalam suatu keadaan yang menguras emosi kita atau membuat kita lupa akan kodrat sebagai makhluk sempurna di muka bumi ini, walaupun tak ada manusia yang sempurna, tapi sebagai makhluk, manusia adalah yang paling perfect dibandingkan dengan makhluk lainnya. Perjalanan hidup yang panjang membuat kita sering tersandung batu atau kerikil, akan tetapi semakin banyak pengalaman semakin matang kita menentukan batu atau kerikil mana yang bisa kita lindas dan mana yang harus dihindari. Tak terkecuali seorang sufi anak zaman yang sampai sekarang masih mencari jati diri sering tergelincir di lika likunya jalan yang ia lalui. “Sufi Anak Zaman” bukanlah maqom tertinggi dari pencarian jati diri yang hendak dicapai sebagai seorang sufi. Nama tersebut hanyalah tokoh rekaan, tak lebih dari “Si Doel Anak Sekolahan” ataupuan “Ali Topan Anak Jalanan”. Jadi tetap terjadi pola hitam – putih, yang diharapkan selalu berakhir dengan putih.
Banyak tanggapan miring yang masuk ke emai saya ataupun inbox faceboo saya, terima kasih atas tanggapannya, bagiku tanggapan tersebut merupakan suatu proses pendewasaan, itu sebuah masukkan yang sangat berharga buat aku, dalam menciptakan karya-karya selanjutnya.Maafkan aku kalau aku hanya memandang segi positif dari setiap kejadian yang aku lihat. Bukan melihat negatif dari kejadian yang diperbuat, karena kalau melihat negatif perbuatan orang lain, takutnya akan menimbulkan kebencian dengan perbuatan tersebut, “Janganlah kamu membenci perbuatan buruk seseorang, karena bisa jadi perbuatan tersebut suatu saat akan terjadi pada dirimu sendiri”. Oleh sebab itu….aku hanya melihat segi positif dari terkuaknya sebuah aib, bukan melihat apa yang telah dilakukan. Segi positifnya merupakan proses pembelajaran bagi diriku. Sedangkan bagi si pelaku dengan disingkapnya kejadian tersebut memberikan kesempatan baginya untuk bertobat, itulah yang menunjukkan sayangnya Allah dalam Al Baqarah : 52 ”Kemudian sesudah itu Kami maafkan kesalahanmu, agar kamu bersyukur”. Bisa jadi orang yang sudah berbuat kesalahan setelah ditunjukkan Allah kesalahannya, dia akan menjadi orang paling bertaqwa, seperti yang tertuang dalam An Nur 21 : “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, maka sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. Sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorangpun dari kamu bersihselama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
Aku berusaha mencoba mengimplementasikan apa yang telah kutulis ke dalam kehidupan diri dengan berpegang pada Al Baqarah : 44 ” Mengapa kamu suruh orang lain berbuat kebaktian, sedang kamu melupakan diri mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab ? Maka tidaklah kamu berpikir?” Dan aku tak mau menghakimi khilafnya seseorang karena Al Baqarah : 138”Shibghah Allah . Dan siapakah yang lebih baik shibghahnya dari pada Allah? Dan hanya kepada-Nya-lah kami menyembah.”. atau Al Baqarah : 140 : ”ataukah kamu mengatakan bahwa Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub dan anak cucunya, adalah penganut agama Yahudi atau Nasrani?” Katakanlah: “Apakah kamu lebih mengetahui ataukah Allah, dan siapakah yang lebih zalim dari pada orang yang menyembunyikan syahadah dari Allah yang ada padanya?” Dan Allah sekali-kali tiada lengah dari apa yang kamu kerjakan.”
Bagiku setiap kejadian ada hikmahnya, yang menunjukkan sayangnya Allah, dapat dilihat cerita Qabil dalam surat Al Maidah 30 – 31 : ” Maka hawa nafsu Qabil menjadikannya menganggap mudah membunuh saudaranya, sebab itu dibunuhnyalah, maka jadilah ia seorang diantara orang-orang yang merugi. Kemudian Allah menyuruh seekor burung gagak menggali-gali di bumi untuk memperlihatkan kepadanya bagaimana seharusnya menguburkan mayat saudaranya . Berkata Qabil: “Aduhai celaka aku, mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?” Karena itu jadilah dia seorang diantara orang-orang yang menyesal.”
Hal yang teramat sulit dihindari Ali Imran : 14 : ”Dijadikan indah pada manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik”.
Bahwa segala urusan adalah milik Allah dapat dipahami pada Ali Imran : 109 “Kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit dan di bumi; dan kepada Allahlah dikembalikan segala urusan.”Sehingga kejadian baik dan buruk pada manusia itu telah ditetapkan seperti dalam surat At Taubah : 51 “Katakanlah: “Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal.” Simak Juga An Nur 43 : ” Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah menurunkan es dari langit, dari gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan.”

Demikian, tak henti-hentinya aku mohon maaf dan kepada Allahaku mohon ampun, jika penyampaianku salah. Terima kasih atas semua attensinya, mudah-mudahan kita semua selalu mendapatkan rahmat dari Allah SWT. Amin.


Sumber, Kompasiana